Kamis, 06 November 2014

Semut Jepang



Beberapa waktu lalu saya sempat mendengar cerita dari teman bahwa semut jepang sangat berkhasiat untuk menurunkan kolesterol dan gula darah (penderita diabetes) Sehingga sayapun penasaran bagaimana bentuk semut jepang tersebut? Hingga pada saatnya saya melihat langsung bagaimana bentuk dan ukuran /ciri semut jepang tersebut yaitu sebagai berikut :

Ciri-ciri semut jepang yang saya lihat berikut:


Yang telah dewasa berwarna hitam gelap
Berkaki 6, dengan ruas terdiri dari ruas kepala (head), leher (thorak)dan badan (abdomen). Ruas abdomen lebih besar.
Bentuknya hampir mirip kutu beras tetapi kutu beras yng tidak ada moncongnya.
Berbadan keras
Ukurannya kecil sekitar 1-2 cm
Pada sayapnya terdapat garis-galis lurus.
Bersayap tetapi tidak dapat terbang
Hidup berkelompok
Suka reproduksi
Bukan hewan kanibal
Suka hidup pada ragi


Dari pengamatan yang saya lakukan pada hewan tersebut yang digaung-gaungkan sebagai semut jepang, ada terbesit keraguan atas sebutan semut jepang tersebut, karena dari ciri-ciri yang saya lihat sangat jauh berbeda dengan ciri-ciri semut pada umumnya atau golongan Hymenoptera. Terutama dari bentuk kepala dan badannya sangat berbeda sekali. sehingga saya penasaran untuk mencari nama ilmiah hewan tersebut. ya dengan mengandalkan google mesin pencari online, saya memulai dengan kata kunci semut jepang. Gambar yang muncul di web tersebut sama yang terlihat pada pengamatan saya, akan tetapi saya tidak menemukan nama ilmiah dari species tersebut, yang muncul adalah nama ilmiah dan gambar semut sesungguhnya tidak seperti yang saya lihat pada kenyataannya. 


Berikut ini saya sampaikan ciri ciri umum dari semut :
Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).
Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole).
Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Dari rasa penasaran terhadap nama ilmiah dan sebutan semut jepang tersebut, saya memulai dengan mencari berdasarkan ciri-ciri hewan tersebut sehingga dapatlah kata kunci KUTU BERAS, dari hasil surfing di dunia maya sampailah saya di nama hewan serangga bernama Tenebrio Molitor. Gambar nyata yang saya dapatkan sangat mirip sekali dengan bentuk serta ciri-ciri dari semut jepang tersebut. Setelah saya baca artikelnya ternyata Tenebrio Molitor dimanfaatkan larvanya yang sering disebut Ulat Hongkong lebih dikenal dengan sebutan MealWorm atau Yellow MealWorm.


Istilah SEMUT JEPANG sudah banyak digunakan oleh masyarakat tetapi secara ilmiah dan ciri ciri sebenarnya tidak mencirikan sebagai semut. Lebih cocok disebutkan kutu beras atau Tenebrio Molitor .


Taxonomy / Klasifikasi dari serangga Tenebrio Molitor adalah sebagai berikut:

Kingdom : Animalia (Animals)
Phylum : Arthropoda (Arthropods)
Class : Insecta (Insects)
Order : Coleoptera (Beetles)
Suborder : Polyphaga (Water, Rove, Scarab, Longhorn, Leaf and Snout Beetles)
Superfamily : Tenebrionoidea (Fungus, Bark, Darkling and Blister Beetles)
Family : Tenebrionidae (Darkling Beetles)
Subfamily : Tenebrioninae
Tribe : Tenebrionini
Genus : Tenebrio (Mealworm beetles)
Species : Tenebrio molitor (yellow mealworm)


Hewan Tenebrio Molitor memiliki beberapa siklus fase kehidupan (metamorfosa). Mulai dari telur, lalu menetas menjadi larva (disebut ulat hongkong), setelah mencapai ukuran maksimal, larva akan berubah menjadi pupa atau kepompong, fase kepompong berkisar selama satu minggu hingga menjadi serangga dewasa Tenebrio Molitor.



Gambar: semut jepang Dewasa

Gambar proses metamorfosis semut jepang dari larva hingga dewasa


Dari beberapa artikel di website yang saya baca Tenebrio Molitor disebut juga kumbang beras atau kutu beras yang merupakan induk serangga dari larva ulat hongkong. Kumbang beras yang berwarna hitam ini juga merupakan serangga pemakan biji-bijian yang disimpan, seperti biji gandum, bulir jagung, jewawut, sorgum, serta kacang-kacangan. Serangga ini aktif di malam hari (nokturnal). Panjang tubuhnya berkisar 13 – 17 mm. Serangga ini memiliki sebaran luas hampir di seluruh permukaan bumi.


Larva (ulat) hongkong Tenebrio Molitor
Di luar Indonesia, larva ulat hongkong dikenal dengan nama Meal Worm atau Yellow Meal Worm. Ukuran panjang tubuh larva dewasa bisa mencapai 33 mm dan berdiameter 3 mm. Larva akan berganti kulit sebayak 15 kali sebelum menjadi kepompong. Ulat ini mudah dijumpai pada toko-toko pakan burung, ikan-ikanan, reptil, dan toko pakan ternak lainnya. Karena ulat ini sering dijadikan sebagai suplemen atau makanan utama pada hewan-hewan peliharaan tersebut baik dalam bentuk masih hidup maupun berbentuk pelet.


Pada burung hias dan burung kicau, ulat ini sangat dibutuhkan sebagai makanannya agar memiliki daya tarik dan kicauan yang khas. Jenis burung yang gemar memakan ulat ini cukup banyak, diantaranya burung beo, jalak putih, kacer, cucak biru, culik-culik, jalak bali, kenari, poksay, cucakrawa, murai daun, hwamei, murai batu, dan jenis burung pemakan serangga lainnya. Selain burung, adapun hewan peliharaan lain yang gemar memakan ulat hongkong sebagi sumber nutrisi yaitu ikan hias, udang, dan lobster. Makanan ini dipercaya dapat mempercepat pertumbuhan serta memberikan daya tahan tubuh yang lebih baik.


Kandungan gizi larva Tenebrio Molitor



Ulat hongkong di jadikan sebagai pakan favorit oleh para peternak karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk hewan ternak. Kandungan nutrisi ulat hongkong diantaranya protein kasar mencapai 48%, lemak kasar berkisar 40%, kadar abu hingga 3%, kadar air mencapai 57%, serta kandungan ekstra non nitrogen sebesar 8%.


Adapun beberapa produk ulat hongkong dalam kemasan kaleng memberikan rincian sebagai berikut: mengandung protein kasar minimal 17%, abu maksimal 7%, lemak kasar 5%, dan serat sebanyak maksimal 1%. Nilai nutrisi bisa saja berbeda tergantung dari makanan yang dimakan oleh ulat.


Pemanfaatan ulat Tenebrio Molitor sebagai pakan ternak

Beberapa manfaat pakan ulat hongkong bagi hewan peliharaan:
Dipercaya dapat mempertebal tubuh ikan arwana dan ikan hias lainnya
Suara kicauan semakin nyaring dan bagus bagi burung kicau
Memperkuat daya tahan tubuh dan mempercantik warna kulit pada ikan hias
Kandungan protein yang tinggi dapat mempercepat laju Pertumbuhan pada udang dan lobster
Memperkuat daya tahan tubuh landak mini, reptil, dan amfibi peliharaan
Berikut ini saya sampaikan manfaat yang di publist di web dari semut jepang sendiri :
Bagaimana untuk mengobati penyakit menggunakan Semut Jepang.?


Pengobatan pada penderita Diabetes : 2 semut untuk minum – 2 kali sehari (3 hari konsumsi seminggu). Setelah itu diperiksa kadar gula Anda jika cukup normal cukup hari 1 semut (minggu 3 hari konsumsi) …. selama satu bulan.
Pengobatan pada penderita Hati : 3 semut untuk minum – 2 kali sehari (3 hari konsumsi seminggu). Jika pernapasan dan kondisinya mulai membaik setelah semut minum 2-2 kali sehari (3 hari konsumsi seminggu) … selama 2 bulan
Pengobatan pada penderita Asam Urat : 2 semut untuk minum – 2 kali sehari (3 hari konsumsi seminggu) setelah hari 1 semut – 3 hari seminggu selama 2 bulan, Untuk kondisi yang parah bisa 5 semut untuk minum. sumber : http://bayer-anbas.blogspot.com/2013/01/ulat-hongkong.html
Berikut ini Manfaat dan Khasiat semut jepang tetapi saya belum menemukan hasil uji secara ilmiah:
Menstabilkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes
Menormalkan asam urat,
Menormalkan kolesterol,
Menstabilkan tekanan darah bagi penderita Hypertensi
Mengobati penyakit jantung
Menambah vitalitas bagi pria.
Untuk bahan pertimbangan mempergunakan sesuatu hendaknya dipikirkan dengan baik.
kandungannya apa?
Bagaimana setelah masuk kedalam usus, apa yg terjadi?
Mungkinkah setelah bercampur dg kendala di dalam lambung dan usus, sang kutu / semut masih bermanfaat dan bisa diserap tubuh?
Bagaimana dan berapa besarkan kandungan yang terserap tadi sehingga bermanfaat bagi tubuh itu sendiri. jadi bila hewan dimasuk kedalam perut, (jangan lupa ada juga hewan didalam perut yg hidup seperti cacing pita, gelang, kremi, tetapi tdk bermanfaat, dan bahkan merugikan karana menjadi parasit bagi yang punya tubuh dan merusak tatanan pencernaan tubuh.Cara berternak dan membudidayakan semut jepang tergolong sederhana. Dibawah ini adalah cara berternak semut jepang


Anda harus menyiapkan bibit semut jepang, setidaknya 3 ekor (lebih banyak tentunya lebih bagus, karena perkembangbiakannya akan lebih cepat/lebih banyak)
Anda harus menyediakan tempat (toples atau baskom) yang tertutup tapi diberi lubang kecil untuk udara.
Sediakan ragi tape (ragi yang biasa digunakan untuk pembuatan / fermentasi tape, dapat anda cari ditoko kue)
Sediakan tempat yang memiliki suhu sedang kurang lebih 30 derajat
Sediakan kapas seperlunya sesuai tempat/toples/baskom yang digunakan (kapas tempat untuk semut itu tidur dan berkembang biak).
Point 1,3 dan 5 masukkan semua ke dalam toples/baskom yang disediakan.

0 komentar:

Posting Komentar