Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

Keunggulan dan kekurangan motor injeksi (Fuel Injection)


Pada tahun 2012 ini semua pabrikan motor sama - sama mengeluarkan motor tehnologi injeksi bahan bakar untuk mengejar standar euro3 yang tidak ada cara lain selain mengganti pengabut bahan bakar karburator menjadi injeksi. Apa saja Kelebihan dan kekurangan motor injeksi (Fuel Injection). Akan saya ulas sebatas ilmu yang saya dapatkan pada saat kuliah dahulu.

Kelebihan atau keunggulan dari motor yang memakai injeksi bahan bakar adalah
1. AIR-FUEL RATIO (AFR)lebih tepat di bandingkan karburator
Air-fuel Ratio sangat mempengaruhi kesempurnaan pembakaran di dalam mesin. Standar AFR pada motor adalah 14,7:1 yang artinya 14,7 udara dan 1 bensin. Tetapi dalam praktek AFR dapat berubah - ubah Misalnya : Pada saat kondisi mesin dingin AFR 5:1, pada saat idle AFR 11:1, Akselerasi 8:1 dan pada saat pemakaian ekonomis 40-60Km/jam AFR 16-18:1. Sehingga konsumsi bahan bakar pada motor injeksi kebih irit di bandingkan karburator.

2. Tidak memerlukan cuk lagi.
Karena pada motor injeksi ada sensor temperatur yang akan melaporkan suhu mesin ke ECM yang akan memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bensin pada suhu mesin dingin.

3.Daya lebih besar
Karena konstruksi nosel/injektor tepat pada intake manifold sehingga campuran bahan bakar lebih homogen.

4. Emisi gas buang rendah.
Karen` terjadi pembakaran sempurna pada ruang bakar, sehingga emisi gas buang yang di hasilkan relatif lebih sedikit apalagi knalpot dilengkapi catalic converter.

5. Waktu servis lebih cepat.Karena fuel injection tehnologi berkonsep bebas perawatan, sehingga pada saat servis motor yang di bersihkan cuma pada bagian filter udara, busi dan setel klep.

Untuk kekurangan dari motor injeksi adalah
1. Kurang responsif.
Karena memakan proses panjang dari sensor pengatur jumlah udara dan laporan dari sensor- sensor lainnya, sehingga membutuhkan waktu untuk motor berakselerasi.

2. Kurangnya tenaga ahli.
Karena termasuk tehnologi baru, tidak semua bengkel umum bisa memperbaiki motor injeksi. Misalnya kode kedip sinyal FI pada panel speedometer SUZUKI SHOGUN FI.

3. Sensitif terhadap benturan/guncangan.
Karena semua perangkat terutama ECM memakai elektronik, rentan mati apabila mengalami guncangan keras. Ini pernah dialami oleh motor teman saya yang memakai motor pabrikan tetangga, pada saat terjatuh motor langsung mati dan tidak bisa di hidupkan kembali. Setelah di bawa ke servis center motor tersebut mengalami kerusakan pada ECM-nya, 1 juta lebih bro.....

4. Sensitif pada bahan bakar kotor.
Karena ukuran dari ujung injektor berukuran micron, sistem injeksi bahan bakar pada motor gampang tersumbat oleh kotoran dan akan mempengaruhi kinerja motor.

5 Sensitif pada kelistrikan.
Karena semua kondisi motor dilaporkan oleh sensor dan sensor di hubungkan oleh kabel berkonektor. Nah konektor inilah yang sering menjadi biang keladi pelaporan sensor ke ECM menjadi kacau. Karena pengiriman laporan sensor ke ECM memakai sistem resistance atau hambatan. Apabila konektor kabel korosi akan meningkatkan resistance dan laporan dari sensor akan kacau/tidak tepat.

Perbedaan Cara kerja Karburator dan Injeksi motor

Sebenarnya tugas dan fungsi dari karburator dan injeksi bahan bakar pada motor sama yaitu mencampur udara dan bensin secara tepat agar terjadi pembakaran sempurna di ruang bakar. Tetapi cara kerja dari Karburator dan injeksi bahan bakar motorlah yang membedakan. Apa saja perbedaan cara kerja karburator dan injeksi motor, mari kita pelajari bersama - sama.

1. Cara kerja mencampur bahan bakar dengan udara.
Pada sistem karburator, pencampuran bahan bakar dan udara di sebabkan adanya kevakuman ruang bakar yang terjadi akibat langkah hisap piston. Jika pada sistem injeksi, pencampuran bahan bakar dan udara yang di lakukan oleh injektor atas perintah dari ECM yang mempertimbangkan sinyal dari sensor-sensor yang menyebar di seluruh mesin dan knalpot.

2. Pada saat suhu mesin dingin.
Saat suhu mesin dingin mesin memerlukan campuran yang kaya bensin untuk menghidupkan mesin. Pada sistem karburator, untuk memperkaya campuran bensin diaktifkanlah cuk (choke) agar perbandingan benshn menjadi kaya. Untuk sistem injeksi bahan bakar, sensor temperatur akan melaporkan keadaan temperatur mesin yang dingin agar ECM memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bensin.

3. Pada saat akselerasi.
Pada saat akselerasi motor membutuhkan campuran bahan bakar yang lumayan kaya sekitar 8:1 AFR. Pada sistem karburator dibantu dengan adanya nosel akselerator yang berfungsi menambah pasokan bahan bakar ke mesin pada saat throtle gas dibuka secara tiba - tiba. Jika pada sistem injeksi sensor throttle position akan mengirimkan laporan ke ECM bahwa terjadi pembukaan throttle secara mendadak dan ECM akan memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bensin.

4. Pada saat rpm tinggi
Pada saat rpm tinggi, pada sistem karburator main jet dan pilot jet terbuka penuh sehingga menghasilkan tenaga yang besar. Jika pada sistem injeksi bahan bakar, sensor throttle position dan sensor kevakuman di intake manifold sama-sama mengirimkan sinyal ke ECM agar sedikit memperkaya campuran bensin untuk menghasilkan daya maksimum.